Home » » Kalau Demam Tifoid, Apa Obatnya?

Kalau Demam Tifoid, Apa Obatnya?

Written By Teguh Iw on Rabu, 02 Mei 2012 | 12.07

Demam Tifoid
Istriku belum juga pulang dari kantor sore itu. Tiba-tiba Hpku berdering, aku angkat, disebrang sana, istriku bicara. “Ayah, aku pulang terlambat. Aku ke Rumah Sakit Dulu, nengok anaknya Bu Nana yang sakit tiphus”. “Ya.. tapi jangan pulang terlalu sore ya…”, jawabku. Ah tiphus.. penyakit satu ini memang kerap menyerang, terutama pada anak-anak. Gejala khas penyakit ini, yaitu demam tinggi yang disebut dengan demam tifoid. Demam ini yang sering merepotkan.
Tifoid, atau demam tifoid, disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Infeksi, sering kali terjadi melalui makanan. Penyakit ini sering terdapat pada daerah dengan higienitas lingkungan yang rendah. Bakteri Salmonella Tpyphi juga sering ditemukan di dalam tinja dan air kemih penderita. Penyebaran bakteri ke dalam makanan atau minuman bisa terjadi akibat pencucian tangan yang kurang bersih setelah buang air besar maupun setelah berkemih. Selain itu, lalat bisa menyebarkan bakteri secara langsung dari tinja ke makanan.

Bakteri masuk ke dalam saluran pencernaan dan bisa masuk ke dalam peredaran darah. Hal ini akan diikuti oleh terjadinya peradangan pada usus halus dan usus besar. Pada kasus yang berat, yang bisa berakibat fatal, jaringan yang terkena bisa mengalami perdarahan dan perforasi (perlubangan).

Sekitar 3% penderita yang terinfeksi oleh Salmonella typhi dan belum mendapatkan pengobatan, di dalam tinjanya akan ditemukan bakteri ini selama lebih dari 1 tahun.Beberapa dari pembawa bakteri ini tidak menunjukkan gejala-gejala dari demam tifoid.

Apa Gejala Demam Tifoid?

Biasanya gejala mulai timbul secara bertahap dalam wakatu 8-14 hari setelah terinfeksi. Gejalanya bisa berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sembelit, penurunan nafsu makan dan nyeri perut. Kadang penderita merasakan nyeri ketika berkemih dan terjadi batuk serta perdarahan dari hidung.
Jika pengobatan tidak dimulai, maka suhu tubuh secara perlahan akan meningkat dalam waktu 2-3 hari, yaitu mencapai 39,4-40?Celsius selama 10-14 hari. Panas mulai turun secara bertahap pada akhir minggu ketiga dan kembali normal pada minggu keempat. Demam seringkali disertai oleh denyut jantung yang lambat dan kelelahan yang luar biasa. Pada kasus yang berat bisa terjadi delirium, stupor atau koma. Pada sekitar 10% penderita timbul sekelompok bintik-bintik kecil berwarna merah muda di dada dan perut pada minggu kedua dan berlangsung selama 2-5 hari.

Inilah Obat Demam Tifoid

Dengan antibiotik yang tepat, lebih dari 99% penderita dapat disembuhkan. Sebagai obat pilihan pertama adalah amoksisilin (Amoxsan, Kalmoxilin) yang diberikan bersama-sama dengan Thiamphenicol (Thiamycin, Biothicol). Selain itu sering juga amoksisilin diganti dengan sefadroksil (Sedrofen, Longcef).

Pedoman profesional yang paling terakhir untuk pengobatan demam tifoid di Asia selatan dan Tenggara dikeluarkan oleh Association of Pediatrics (IAP) pada Oktober 2006. Meskipun pedoman ini diterbitkan untuk demam tifoid anak,  namun hal ini juga berlaku untuk kasus-kasus dewasa. Untuk pengobatan demam tifoid yang tidak berat, IAP merekomendasikan cefixime (Cefspan, Ceptik) . Untuk demam tifoid yang berat, obat yang di rekomendasikan adalah ceftriaxone (Cephalox, Broadced, Cafaxon). Jika terjadi perforasi usus, diberikan antibiotik berspektrum luas (karena berbagai jenis bakteri akan masuk ke dalam rongga perut) dan mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki atau mengangkat bagian usus yang mengalami perforasi.

Vaksin tifus per-oral (ditelan) memberikan perlindungan sebesar 70%. Vaksin ini hanya diberikan kepada orang-orang yang telah terpapar oleh bakteri Salmonella typhi dan orang-orang yang memiliki resiko tinggi (termasuk petugas laboratorium dan para pelancong). Dan para pelancong yang mendatangi daerah yang endemis demam tifoid sebaiknya menghindari makan sayuran mentah dan makanan lainnya yang disajikan atau disimpan di dalam suhu ruangan. Sebaiknya mereka memilih makanan yang masih panas atau makanan yang dibekukan, minuman kaleng dan buah berkulit yang bisa dikupas.

Pas saat maghrib, istriku sampai rumah. Dia bilang, “Kasihan Yah, anaknya panas sekali, sulit lagi minum obat. Ibunya terus ngompres terus. Semoga saja cepat sembuh”. Ya, demam tifoid bukanlah penyakit yang tidak bisa diobati.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pengikut

 
Support : opyright © 2013. Obat dan Kesehatan - All Rights Reserved