Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Puasa Untuk Penderita Maag dan Diabetes

Bulan Ramadhan tiba. Panggilan untuk menjalankan ibadah puasa sangat kuat di hati. Namun, jika penyakit menghadang, mungkinkah puasa tetap dilaksanakan?

Kehadiran penyakit seperti diabetes, maag, dan ginjal kerap menimbulkan keraguan untuk berpuasa. Ternyata, kekhawatiran tersebut dapat dihindari. Hadis Nabi Muhammad, ”Berpuasalah kamu agar kamu sehat”, diamini pula oleh para dokter dan ahli kesehatan.

Agar ibadah puasa berjalan lancar, penderita diabetes, maag, dan ginjal memang memerlukan persiapan ekstra dibandingkan orang sehat. Mereka harus mengecek kondisi kesehatan, seperti tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula, untuk menyiapkan adaptasi. Mereka dapat berpuasa jika kondisi kesehatan stabil, penyakit terkontrol, dan tidak ada infeksi akut. Yang juga perlu dikonsultasikan ke dokter adalah kemungkinan perubahan obat yang diminum karena perubahan jadwal makan, termasuk adaptasi cara makan.

Penderita Maag

Bagi mereka yang sakit maag atau dispepsia, yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah apakah maag yang diderita termasuk maag fungsional atau organik. Orang dengan sakit maag dapat berpuasa kecuali penderita maag organik yang belum diobati. Apalagi jika ada tanda-tanda seperti maag pertama kali di atas 45 tahun, berat badan turun, anemia, melena, dan disfagia. Hasil endoskopi maag organik menunjukkan kelainan seperti tukak pada lambung, tukak usus dua belas jari, polip, dan kanker.

Sementara maag gangguan fungsional terjadi karena makan yang tidak teratur, kebiasaan makan camilan berlemak, minum kopi atau bersoda sepanjang hari, merokok, dan stres. Sekitar 80 keluhan maag yang dirasakan masyarakat merupakan maag disfungsional dan hasil endoskopi biasanya normal.

Untuk maag disfungsional, biasanya malah membaik atau sembuh setelah berpuasa. Hal ini disebabkan saat berpuasa makan menjadi teratur saat buka dan sahur, tidak makan camilan berlemak sepanjang hari, tidak ngopi, dan tidak merokok.

Pada minggu awal akan berat karena terjadi perubahan. Oleh karena itu, pasien maag disfungsional biasanya diberi obat penekan asam lambung seperti lanzoprazole dengan dosis 30 mg per hari selama seminggu. Obat itu bekerja selama 12 jam. Berbeda dengan antasida yang banyak diiklankan. Antasida bukan penekan asam lambung, melainkan menetralkan asam lambung yang sudah terjadi.

Untuk gangguan maag organik, sebaiknya maag diobati terlebih dahulu. Maag organik dapat bertambah buruk saat berpuasa.

Bagi penderita maag, makanan harus diperhatikan, seperti menghindari makanan yang mengandung gas, yang memicu asam lambung, sulit dicerna, memperlambat pengosongan lambung, dan melemahkan klep kerongkongan bawah.

Penderita Diabetes

Penderita diabetes yang ingin berpuasa sebelumnya harus kontrol gula darah. Penderita berisiko sangat tinggi, antara lain penderita diabetes yang sedang hamil dan gula darah sering turun, jika memutuskan berpuasa harus dengan pengawasan ketat.

Konsultasi ke tenaga medis juga perlu untuk pengaturan pemakaian obat—waktu dan dosisnya, yang kemungkinan berubah karena harus disesuaikan dengan jam makan. Selain itu, beberapa hal yang harus diwaspadai saat berpuasa adalah gula darah terlalu rendah, gula darah terlalu tinggi, darah menjadi asam (ketoasidosis), dan kekurangan cairan.

Untuk penderita diabetes, makanan ketika berpuasa tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Jumlah kalori yang dikonsumsi sama, tetapi jadwal makan saja yang berubah.

Porsi kalori 50 persen saat buka puasa, 10 persen setelah tarawih, dan 40 persen saat sahur. Pilih karbohidrat kompleks yang butuh pembakaran lama sekitar 8 jam, kurangi lemak, dan perbanyak serat. Minum juga harus cukup, yakni delapan gelas. Konsumsi energi biasanya menjadi sangat tinggi setelah minggu keempat puasa karena perayaan Lebaran. Ini yang harus dijaga agar tidak berlebihan makan saat Lebaran atau juga berbuka.

Puasa juga harus dibatalkan jika gula darah turun menjadi 60 mg/dl atau kurang, gula darah turun di sekitar 70 mg/dl di jam-jam awal, terutama pemakai insulin, sulfonilurea, atau glinid yang dipakai saat sahur, dan gula darah naik lebih dari 300 mg/dl. Memonitor gula darah penting ketika berpuasa bagi penderita diabetes. Periksa gula darah tidak berarti membatalkan puasa.
Selamat berpuasa....

Comments :

0 komentar to “Puasa Untuk Penderita Maag dan Diabetes”

Poskan Komentar