Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Kalsium, Osteoporosis dan Serangan Jantung

Osteroporosis merupakan penyakit yang menghantui para orang tua. Pada usia yang mulai lanjut, kecepatan pembentukan sel tulang baru menurun dibandingkan kecepatan penghancuran sel tulang. Akibatnya proses regenerasi sel tulang akan semakin lambat. Lambat laun tulang akan semakin tipis dan rapuh. Keadaan inilah yang disebut osteoporosis.

Tindakan paling bijaksana dalam mengatasi osteoporosis adalah dengan mencegahnya. Caranya dengan mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sehingga akan terbentuk tulang yang tebal dan kuat. Mencegah osteoporosis dengan makanan yang mengandung kalsium ternyata jauh lebih baik dibanding suplemen kalsium. Sejumlah peneliti menemukan bahwa konsumsi suplemen kalsium ternyata dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung hingga 30 persen. Tablet tipis yang mengandung kalsium juga dikaitkan dengan kenaikan insiden stroke dan kematian, meskipun tidak mencolok secara statistik.

Karena itu orang-orang yang mengandalkan suplemen kalsium disarankan mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan kalsium dan mencoba cara lain lain seperti olahraga, tidak merokok, dan mempertahankan berat badan yang sehat untuk mencegah osteoporosis. Bagaimanapun suplemen kalsium tidaklah alami dan hasilnay akan berbeda bila mengguanakan sumber kalsium yang alami.

Penelitian di Inggris dan Amerika Serikat yang mencakup 11 penelitian yang mengamati hampir 12.000 orang tua selama empat tahun.  Setengah dari mereka diberi suplemen kalsium dan setengah lagi diberi pil contoh yang tidak mengandung zat terapetik. Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam British Medical Journal. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan serangan jantung sebesar 30 persen pada orang-orang yang secara acak diberi kalsium. Jadi jika ada 1.000 orang yang mengonsumsi kalsium selama lima tahun, akan ditemukan lebih 14 serangan jantung, lebih dari 10 stroke dan lebih dari 13 kematian pada orang-orang yang diberi kalsium dibanding jika mereka tidak mendapatkan kalsium. Kondisi itu menunjukkan lebih dari 37 kejadian buruk dibanding 26 patah tulang yang bisa dicegah.

Meskipun para ahli tidak pasti tentang mekanisme biologis bagaimana suplemen kalsium merusak tubuh, tetapi sejumlah penelitian di masa lalu mengaitkan tingginya kadar kalsium dalam darah dengan meningkatnya serangan jantung dan kerusakan pembuluh darah. Ketika anda mengonsumsi suplemen kalsium, kadar kalsium dalam darah anda meningkat empat hingga enam jam kemudian dan meningkat hingga batas atas dari kisaran normal. Namun, hal itu tidak terjadi saat seseorang mengonsumsi kalsium dari makanan karena kalsium dalam makanan sangat lambat diserap sehingga kadar kalsium dalam darah sulit berubah. Kadar kalsium dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya plak dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke dan penyakit jantung lain. Jadi bukan hanya lemak yang menyebabkan serangan jantung, kalsiumpun mempunyai potensi untuk menimbulkan serangan jantung.

Comments :

0 komentar to “Kalsium, Osteoporosis dan Serangan Jantung”

Poskan Komentar