Computer Vision Syndrome sebagai kumpulan gejala okuler (mata) maupun non okuler, yang timbul selama atau setelah bekerja di depan monitor komputer. Mekanisme terjadinya CVS diduga merupakan akibat gabungan dari faktor permukaan mata, akomodasi, karakteristik komputer, juga oleh faktor eksternal (seperti pencahayaan dan tata ruang).
Mata sebagai indra penglihatan berperanan penting dalam mengenal dunia luar serta menyerap selaksa ilmu pengetahuan. Maka agar mata tetap sehat tanpa kaca mata, siapapun perlu mewaspadai secara dini dampak negatif pengaruh komputer yang kini telah mewabah dalam kehidupan manusia.
Computer Vision Syndrome dirasakan apabila bekerja sedikitnya 2 jam per hari terus menerus menatap monitor. gejala yang muncul sebagai berikut :
- Mata merah, pedih dan gatal
- Obyek pandangan sering nampak tidak fokus, kabur atau terlihat ganda.
- Kepala terasa pusing di bagian dahi terutama pada sore hari
- Leher, bahu dan punggung terasa kaku, pegal dan ngilu
- Konsentrasi berpikir mengalami penurunan
Penyebab gangguan penglihatan semacam itu adalah kebiasaan yang salah ketika bermain atau bekerja dengan komputer dalam bentuk sebagai berikut :
1. Terlalu lama menatap, melirik dan jarang berkedip.
Kegiatan mengedipkan atau memejamkan mata sesaat, sesungguhnya akan memberikan manfaat membasahi bola mata agar tetap lembab sehingga tidak mengalami kekeringan karena adanya penguapan air atau evaporasi pada bola mata. Mata yang kering akan terlihat memerah dan terasa pedih serta gatal. Di samping itu bekerja dengan komputer membuat mata sering melirik berulangkali di antara teks bacaan, papan ketik atau keyboard serta layar monitor. Seringnya bekerja memelototi layar monitor membuat bagian belakang kornea mata yang berfungsi menangkap obyek penglihatan akan berkontraksi secara cepat sehingga otot dan saraf mata bekerja lebih keras dan pada gilirannya dapat menjadi tegang dan lelah yang menimbulkan rasa sakit kepala.
2. Kekuatan cahaya dan warna yang kontras.
Kuatnya pancaran cahaya layar monitor memaksa retina untuk menyesuaikan diri dan bekerja lebih keras dalam mengatur masuknya cahaya ke mata, sehingga mata menjadi cepat lelah. Kelelahan akan semakin mudah terasa apabila tidak didukung dengan penerangan ruangan yang memadai, sehingga terjadi perbedaan yang dratis antara cahaya layar monitor dengan lingkungan sekitar. Selain itu penggunaan tampilan warna-warni secara kontras pada layar monitor juga mengakibatkan retina bekerja lebih ekstra sehingga mudah lelah.
3. Posisi tubuh yang salah
Keseriusan bekerja atau bermain menggunakan komputer terkadang tanpa disadari posisi badan cenderung tegang mematung dan tidak rileks sehingga mengakibatkan peredaran darah tidak lancar.
Sekalipun CVS ini tidak bersifat permanen dan akan sembuh dengan sendirinya setelah tidur beberapa saat, namun gangguan penglihatan ini dapat menjadi masalah serius tatkala gejala yang timbul diabaikan begitu saja dengan alasan asyik bermain komputer atau adanya tuntutan pekerjaan kantor yang harus rampung. Apalagi hal ini berlangsung lama, sampai berbulan-bulan maka akan berdampak terhadap penurunan kemampuan penglihatan seseorang.
Pencegahan
Agar terhindar dari gangguan CVS sebaiknya ketika bermain atau bekerja dengan komputer diupayakan jangan merasa pelit untuk mengedipkan mata agar bola mata tetap lembab. Karena mengedipkan mata bersifat refleks, maka untuk menghindari bola mata menjadi kering jika perlu teteskan air mata buatan atau artificial tears 1-2 tetes setiap hari.
Setiap kali bekerja menggunakann selama 2 jam sebaiknya mengistirahatkan diri 5-15 menit dengan sekadar meregangkan otot badan dan saraf mata dengan berjalan-jalan di sekeliling ruangan atau mencermati pemandangan di luar.
Mengatur jarak antara layar monitor dengan mata secara ideal yakni minimal 50-75 cm tergantung ukuran monitor, semakin lebar layar monitor semakin besar pula pancaran sinar radiasi yang akan menimpa mata.
Sebaiknya jangan meletakkan monitor di depan atau dibelakang jendela yang menghantarkan sinar matahari secara langsung, karena hal ini akan membuat retina menjadi cepat lelah saat bekerja karena harus menyesuaikan dua sinar cahaya sekaligus yang masing-masing berbeda kekuatan sinar cahayanya. Selain itu, sinar matahari dari arah belakang akan membuat layar monitor memantulkan cahaya sehingga menyilaukan mata.
Lampu penerangan ruang komputer sebaiknya tidak berada tepat di depan atau di atas kepala karena hal itu akan membuat pengguna komputer selalu memicingkan mata. Jika ternyata lampu penerangan tidak mungkin untuk dipindahkan, maka kenakanlah topi golf agar pandangan tidak menjadi silau.
Di samping itu, layar monitor sebaiknya terletak 10-25 cm lebih rendah dari pandangan matase cara tegak lurus ke depan sehingga dengan demikian leher tidak mudah pegal saat bekerja.
Hal terakhir yang tak kalah pentinya adalah dengan memasang filter pada layar monitor. Alat ini di samping mampu menangkal sinar radiasi yang terpancar dari layar monitor, dapat juga berfungsi mengurangi pedar cahaya monitor yang terlalu kuat. Konsumsi vitamin A agar mata tetap dalam kondisi baikdansegera periksa ke dokter mata bila terjadi gangguan mata.
Pengobatan
Bagaimana jika sudah terlanjur mengalami gangguan mata? Jika tidak parah, gangguan semacam ini dapat diatasi dengan obat mata biasa. Obat mata anti iritasi, seperti Visine maupun Rohto misalnya, dapat digunakan untuk gangguan semacam ini. Selain itu, Cendo Augentonic maupun Asthenof cukup untuk mengobati gangguan mata akibat memelototi layar komputer.

Tul gan,,, aku sering sekali merasa keluhan di atas krn terlalu banyak aktivitas di depan komp.