Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Ketika Laluna terjatuh dan memar

Aku baru saja membuka pintu rumah sepulang dari apotek. “Assalamu’alaikum”, ucapku. Bersamaan dengan terbukanya pintu, anakku Laluna langsung menangis. “Ayah, sakit…..hu..hu..hu…”. Aku membungkuk, dan ku lihat di bagian tulang keringnya ada bekas kebiruan. “Kenapa?”, tanyaku. Dengan bahasa yang masih cedal, Laluna bercerita bahwa dia baru saja terbentur pintu saat berlari-lari. “Udah, nanti ayah obati biar sembuh”, kataku menenangkannya. Kaki anakku memar rupanya.
Memar, memang hampir selalu terjadi pada saat terjadi benturan cukup keras. Bukan merupakan keadaan yang serius, jika tidak disertai patah atau retak tulang. Jika dibiarkan, memar akan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 2-3 minggu. Tapi siapa yang betah berlama-lama dengan rasa nyeri?
Ketika terjadi benturan keras, pembuluh darah di bawah kulit ada yang pecah. Darah akan merembes keluar masuk ke dalam ruang ekstra sel. Bila darah membeku, akan meninggalkan jejak kebiru-biruan. Memar juga ditandai dengan pembengkakan dan daerah sekitar memar akan terasa panas. Pembengkakan terjadi karena rusaknya sel akan memicu dilepaskannya berbagai mediator inflamasi seperti prostaglandin, tromboksan dan prostasiklin. Pelepasan ini yng menjadikan tempat benturan terasa nyeri. Kerusakan sel juga membuat pembuluh darah sekitar memar mengalami dilatasi. Darah akan banyak terkumpul disekitar memar dan membuat terlihat kemerahan dan terasa panas.
Selain terjadi akibat benturan, memar juga dapat terjadi secara spontan, terutama pada lanjut usia. Hal ini terjadi karena pada lanjut usia, pembuluh darah akan rapuh dan mudah pecah. Namun hal ini bukan merupakan keadaan serius. Namun yang perlu diperhatikan adalah kerapuhan pembuluh darah disekitar daerah vital, seperti kepala. Sebab, pada orang tua, tekanan darah cenderung meningkat. Jika pembuluh darah otak rapuh, maka kemungkinan terjadinya stroke sangat besar. Dan ini merupakan keadaan yang serius.
Bagaimana penanganan memar? Jika memar disertai pembengkakan, tinggikan daerah memar tersebut. Kompres dengan es dapat membantu mengurangi pembengkakan. Diet kaya vitamin C, E dan K serta mineral Zn akan mempercepat penyembuhan.
Pengobatan memar dapat dilakukan melalui berbagai cara. Yang pertama adalah mengurangi rasa sakit. Ini dapat dilakukan dengan memberikan analgesik/antiinflamasi topikal maupun oral. Untuk analgesik topikal, dapat digunakan berbagai macam balsem. Kandungan asam salisilat/metil salisilat dan kombinasinya dengan mentol, eukaliptol maupun camphor dalam balsem dapat mengurangi rasa sakit. Analgesik oral juga dapat diberikan. Obat yang mengandung asam mefenamat (Mefinal, Ponstan) cukup efektif mengatasi nyeri. Untuk mengurangi pembengkakan, gunakan antiinflamasi topikal/oral seperti diklofenak ( Voren, Voltaren,Voltadex) maupun turunan piroxicam, seperti tenoxicam dan meloxicam (Mexpharm, Notritis, Artrilox). Beberapa jenis enzim, seperti serratiopeptidase (Dansera, Nutriflam) juga bisa digunakan untuk pengobatan memar. Sediaan anti koagulan, seperti heparin (Thrombophob), juga membantu meredakan nyeri dan pembengkakan. Selain itu, jejak kebiruan akibat darah beku dibawah kulit juga dapat dihilangkan. Hanya antikoagulan ini hanya boleh digunakan secara topikal jika tidak ada luka terbuka. Jika ada luka terbuka, sediaan ini tidak boleh diberikan, sebab akan memperparah perdarahan.
Dan anakku Laluna, tangisnya mereda setelah memarnya diolesi dengan antiinflamasi topikal. Dan tak lupa juga kepadanya aku janjikan jalan-jalan………di kompleks rumah. Ha…..ha……ha…….

Comments :

1
Anonim mengatakan...
on 

salam kenal..
blog dengan info yang cukup oke bagi awam
salut..
terus update ya

yoko

Poskan Komentar