Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pameo itu, dalam konteks meningkatkan kesehatan masyarakat terwujud dalam program imunisasi/vaksinasi. Terbukti bahwa tindakan imunisasi secara efektif mengeradikasi berbagai penyakit. Cacar dan polio misalnya, merupakan penyakit yang dapat dieradikasi dengan imunisasi. Kesadaran untuk melakukan imunisasi pada masyarakat Indonesia cukup tinggi. Ibu-ibu, dengan kesadaran sendiri mengimunisasi bayinya diberbagai tempat pelayanan medis. Harapannya setelah imunisasi, sang anak akan sehat sampai dewasa. Harapan ini bisa terwujud jika ada yang tak terlewatkan. Apa itu? Imunisasi pada saat dewasa juga perlu, sama seperti imunisasi pada bayi dan balita.
Penelitian di AS menunjukan bahwa imunisasi pada orang dewasa (dibawah 65 tahun) dapat menurunkan kunjungan ke dokter sebesar 34-44%, kehilangan hari kerja menurun sebesar 32-45% dan penghematan biaya 40-4000 dolar per orang. Itu bukti-bukti efektivitas imunisasi dewasa. Sekarang apa saja sih yang perlu diimunisasi pada orang dewasa?
Pertama, imunisasi tetanus (TT). Penyakit ini timbul karena bakteri Clostridium tetani yang hidup dalam tanah, lalu masuk dalam tubuh melalui luka terpotong, tusuk, bakar maupun terbuka. Macamnya dalah vaksin toksoid dalam bentuk suntikan. Vaksin TT biasanay juga diberikan pada wanita yang akan menikah (kenapa ya…apa karena wanita yang menikah akan terluka?) Selain itu vaksin TT juga sebaiknya diberikan pada wanita usia produktif yang measih menginginkan anak. Tujuannya adalah mencegah infeksi pada saat nanti melahirkan. Jika diberikan imunisasi dasar 3 kali pad saat balita ditambah I kali booster, dapat memberikan perlindungan minimal 5 tahun. Jika diberikan dosis ke 4, akan memberikan perlindungan selama 10 tahun.
Kedua, imunisasi meningitis. Terhadap penyakit ini, kita perlu berhati-hati sebab yang terinfeksi adalah selaput otak, bagian penting dari tubuh kita. Meningitis disebabkan bakteri Neisseria menigitidis, dapat menular melalui udara, batuk, bersin maupun kontak dengan sekret pernafasan. Pemerintah Arab Saudi mewajibkan imunisasi ini kepada jemaah haji. Terlepas dari kontroversi halal-haramnya vaksin meningitis, tujuan imunisasi meningitis pantas mendapat dukungan, terutama jika dikaitkan dengan resiko dan mudahnya penularan meningitis. Vaksin ini dapat meberikan perlindungan selam 2-3 tahun.
Ketiga, imunisasi tiphoid atau tipus. Penyakit ini berjangkit akibat sanitasi yang buruk. Disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi, mudah menular dan dapat kambuh kembali. Cukup banyakl kematian yang disebabkan oleh penyakit ini. Satu kali vaksinasi dapat bertahan dalam tubuh selama 3 tahun.
Keempat, imunisasi MMR (Measless, Mumps, Rubella) yaitu penyakit campak, gondongan dan campak jerman disebabkan oleh virus. Pada dewasa, disarankan diberikan pada usia 18 tahun dan diulang sewaktu hendak menikah untuk memberikan perlidungan pada janin. Bila telah melakukan imunisasi MMR 2 kali, maka tidak perlu diulang kembali.
Kelima, imunisasi hepatitis, baik hepatitis A maupun B. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang mengakibatkan kerusakan hati. Saat ini terdapat kombinasi vaksin yang mampu melindungi terhadap hepatitis, baik A maupun B. Jika diberikan kombinasi ini, pemberian cukup 3 kali, yaitu pada bulan ke 0 (pada saat pertama menerima imunisasi) dan diulang pada bulan ke 1 dan ke 6.
Keenam, imunisasi rabies. Infeksi otak ini disebabkan oleh virus. Pembawanya? Ah, binatang piaraan dan kesayangan disekitar kita; anjing dan kucing. Namun kelalawar dan monyet diketahui dapat ikut menularkan juga. Vaksin rabies diberikan 3 kali, pada hari ke 0, 7 dan 28. Vaksinasi pendukung diberikan setahun kemudian dan diulang 5 tahun kemudian.
Ketujuh, imunisasi influenza. Infeksi virus ini cukup sering terjadi dan bagi anak-anak, infeksi ini bisa berbahaya dan dapat menimbulkan kematian. Pada orang dewasa, influenza dapat menjadi persoalan serius jika diderita oleh orang berusia lanjut, penderita yang mempunyai penyakit jantung, paru-paru dan diabetes. Vaksin influenza dapat mempberikan perlindungan selama 1 tahun.
Kedelapan, imunisasi Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi virus ini menyebabkan terjadinya kanker serviks pada wanita. Angka kematian akibat kanker serviks cukup besar, jadi bagi para wanita, kebutuhan perlindungan terhadap HPV cukup besar. Vaksinasi ini direkomendasikan untuk semua wanita berusia 26 tahun keatas. Idealnya, vaksinasi ini dilakukan sebelum potensi terekspos HPV melalui aktivitas seksual terjadi. Vaksinasi diberikan pada bulan ke 0, 2 dan 6.
Kesembilan, imunisasi Pneumokokus. Radang paru disebabkan oleh Streptokokus pneumonia. Penyakit ini dapat menyerang semua usia dan bisa berujung pada infeksi paru yang parah. Vaksinasi diberikan setiap 5 tahun, dan direkomendasikan terutama pada usia diatas 65 tahun.
Kesepuluh, imunisasi Herpes zoster. Vaksin diberikan dalam dosis tunggal, terutama untuk usia diatas 60 tahun. Jika ada kontra indikasi tertentu, maka vaksin ini tak dapat diberikan.
Mempertimbangkan resiko terkena penyakit tersebut diatas, mencegah lebih baik daripada mengobati memang banyak benarnya. Jadi tunggu apalagi? Ayoo vaksinasi……
Taurine May Help Women's Hearts
5 jam yang lalu
Comments :
Poskan Komentar