
Cewek manis....wow tentu banyak yang suka. Roti manis? Banyak juga yang suka. Buktinya coklat sama black forest selalu jadi rebutan. Tapi kalau kencing manis? Wow...wow...wow.....ini banyak yang menghindarinya. Sebabnya ya jelas..tak mengenakan.
Kencing manis, atau diabetes memang merupakan penyakit yang makin lama penderitanya semakin meningkat. Faktor keturunan dan lingkungan diduga turut terlibat. Orang yang memiliki garis keturunan diabates, meski saat ini tak menderita, diharapkan tetap berhati-hati karena kemungkinan terkena diabetes juga cukup besar. Sedangkan faktor lingkungan meliputi gaya hidup, kurangnya olahraga dan aktivitas. Obesitas juga turut berperan dalam diabetes.
Diabetes, menurut yang ahli, dibagi dalam 2 type; yaitu type 1, disebut juga diabetes tergantung insulin. Pada type ini produksi insulin tubuh menurun dengan sangat cepat sampai akhirnya tak ada produksi insulin lagi. Substitusi insulin menjadi mutlak. Sedangkan pada type 2, disebut juga diabetes mellitus (diabetes tak tergantung insulin). Pada type ini, produksi insulin memang tak mencukupi atau karena reseptor insulin yang berkurang. Jika repetor insulin berkurang, maka insulin tak mempunyai tempat untuk bekerja sehingga pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah juga menurun.
Insulin dan diabetes
Ngomong-ngomong apa sih insulin itu? Insulin adalah hormon yang bertanggung jawab, terutama pada metabolisme glukosa. Insulin akan menaikan pengambilan glukosa ke dalam sel, menaikan penguraian glukosa secara oksidatif, menaikan pembentukan glikogen dalam hati dan otot serta menstimulasi pembentukan lemak dan protein. Dalam sel, glukosa akan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan glikogen merupakan bentuk glukosa yang disimpan dalam hati dan otot sebagai cadangan.
Jika mekanisme kerja insulin terhadap glukosa tersebut terganggu, maka kadar glukosa dalam darah akan meningkat. Kadar normal glukosa berkisar antara 0,6-1,0 g/l. Kelebihan kadar glukosa ini dikenal dengan nama diabetes. Obesitas sering dikaitkan dengan diabetes. Pada penderita obesitas, tingginya kadar asam lemak bebas dapat mengganggu ikatan insulin dengan reseptornya. Hal ini yang disebut resistensi insulin, dan apabila berlangsung terus menerus dapat menjadi diabetes.
Kadar glukosa dalam darah yang tinggi dapat berbahaya jika menyebabkan darah menjadi hiperosmotik terhadap cairan intra sel. Namun yang perlu diperhatikan adalah glikosuria (adanya glukosa dalam air seni). Karena glukosa merupakan zat yang bersifat diuretik, maka akan memicu pengeluaran air dan elektrolit dalam air seni. Dehidrasi dapat timbul dan tubuh akan mengkompensasikannya dengan rasa haus. Karena itu penderita diabetes akan banyak minum. (polidipsi). Sedangkan rasa lapar yang memicu makan terus menerus (polifagi) timbul karena kekurangan glukosa pada hipotalamus. Dehidrasi dan kurangnya glukosa dalam sel dan hipotalamus ini dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.
Antidiabetes
Diabetes tergantung insulin, karena memang tak dapat memproduksi insulin lagi, maka obatnya hanya diberikan insulin, biasanya dengan cara disuntik. Biasanya penderita telah diberi tahu cara dan dosis insulin yang harus disuntikkan.
Sedangkan untuk diabetes type 2, obat yang banyak diberikan adalah obat-obat antidiabetes oral. Secara garis besar, antidiabetes oral terbagi dalam 2 kelompok; yaitu kelompok sulfonil urea dan biguanid. Obat dari kelompok sulfonil urea, yang banyak digunakan adalah glibenclamide (Daonil, Euglucon), glicazide (Diamicron, Glidabet, Xepabet), glimepiride (Amaryl, glipizide (Glucotrol XL). Sedangkan dari kelompok biguanid adalah metformin (Glucophage, Gludepatic).
Mekanisme kerja kelompok sulfonil urea realtif sama, yaitu dengan mempengaruhi sel pankreas untuk meningkatkan produksi insulin. Sedangkan metformin berkerja dengan cara meningkatkan sensitifitas resptor insulin. Itulah sebabnya mengapa metformin sering dikombinasikan dengan sulfonil urea sebagai antidiabetes. Dosis masing-masing individu dapat berbeda-beda tergantung pada kadar glukosa dalam darah. Meskipun telah mengalami pengobatan, diet tetap penting untuk menjaga kadar gula dalam darah berada dalam rentang normal. Keep diet....bro!!
Need an AED? There's a Map for That
17 menit yang lalu
Comments :
Poskan Komentar