Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Kolesterol...oh..kolesterol


Obesitas memang bukan lagi simbol kemakmuran. Obesitas mungkin menjadi penanda akan adanya ketidak normalan metabolisme. Ya, ada satu istilah untuk menyebut ketidak normalan ini : sindrom metabolik. Namanya juga sindrom, maka berarti ada sekumpulan gejala yang saling berkelindan dan berkaitan. Metabolik berarti rangkaian proses dalam tubuh yang meliputi berbagai proses pengolahan zat-zat yang ada dalam tubuh.
Sindrom metabolik ditandai dengan obesitas sentral, dislipidemi, hipertensi dan glukosa plasma abnormal (diabetes). Sindroma ini berawal dari obesitas, yang meningkatkan pelepasan sitokin dan asam lemak bebas dalam darah. Tingginya kadar lemak akan memicu resistensi insulin. Selanjutnya akan gampang ditebak, terjadinya diabetes. Sementara pelepasan asam lemak akan memicu berbagai komplikasi penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi dan aterosklerosis (kekakuan dan penyempitan pembuluh darah), biang berbagai penyakit jantung koroner dan angina pektoris.
Kadar lemak yang tidak normal, dalam terminologi medis, disebut dislipidemia. Penanda dari keadaan ini adalah kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Tunggu dulu....tidak semua kolesterol jahat. Kolesterol merupakan senyawa penting dalam tubuh. Berbagai senyawa disintesis dalam tubuh dengan bahan dasar kolesterol, yaitu sintesis membran sel, berbagai hormon glukokortikoid dan mineral kortikoid serta.......hormon seks. Hormon glukokortikoid berpengaruh besar dalam metabolisme lemak, karbohidrat dan gula. Sedangkan mineral kortikoid penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Tanpa hormon-hormon tersebut meranalah kita. Padahal hormon-hormon itu berbahan dasar kolesterol. Jadi jangan benci kolesterol ya...
Kolesterol merupakan senyawa lipoprotein. Dalam tubuh, lipoprotein dibagi dalam 5 kelompok, yaitu :
1.Kilomikron, merupakan lipoprotein dengan berat molekul terbesar, dengan kandungan trigliserid 80% dan 5% kolesterol.
2.Lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL, Very Low Density Lipoprotein), dengan kandungan trigliserid 60% dan 10-15% kolesterol
3.Lipoprotein densitas rendah (LDL, Low Density Lipoprotein), dengan kandungan trigliserid 10% dan 50% kolesterol. Senyawa ini merupakan senyawa yang mengandung kolestrol terbesar dalam tubuh.
4.Lipoprotein densitas sedang (IDL, Intermediate Density Lipoprotein), dengan kandungan trigliserid 30% dan 20% kolesterol, lebih banyak mengandung apoprotein.
5.Lipoprotein densitas tinggi (HDL, High Density Lipoprotein), merupakan senyawa yang diketahui mempunyai efek proteksi terhadap jantung dan menurunkan insiden aterosklerosis.
Karena kolesterol yang paling dominan berupa LDL, dan peningkatan senyawa ini dihubungkan dengan penyakit jantung koroner, maka LDL disebut sebagai kolesterol jahat. Sedangkan HDL, yang mempunyai efek proteksi terhadap jantung disebut kolesterol baik.
Dalam terapi dislipdemia, tindakan yang dilakukan adalah menurunkan kadar LDL dan menaikkan LDL. Hal ini dapat dicapai melalui 2 macam terapi. Yang pertama adalah terapi nonfarmakologi, meliputi modifikasi gaya hidup, diet dan olahraga. Aneka kebiasaan buruk seperti merokok, malas bergerak dan terlalu banyak duduk/tidur harus dirubah. Sedangkan diet meliputi pengurangan porsi makan, mengkonsumsi serat, ikan, mengurangi daging, mengkonsumsi sumber lemak tak jenuh (kacang-kacangan, alpukat, canola oli, olive oil) dan konsumsi susu rendah lemak. Olah raga yang bersifat aerobik dilakukan cukup 30 menit/hari.
Terapi farmakologi (obat) tergantung pada jenis dislipidemia. Jika predominan hiperkolesterolemia, maka yang digunakan adalah kelompok statin. Bila yang dominan adalah hipertrigliseridemia, obat yang digunakan adalah kelompok fibrat. Jika predominan hiperlipidemia, gunakan baik statin maupun fibrat sebagai monoterapi.
Obat kelompok statin terdiri dari lovastatin (Cholestra, Lipovas, Lovatrol),pravastatin (Pravachol), simvastatin (Cholestat, Rendapid, Valemia, Zovast), Atorvastatin (Lipitor) dan Rosuvastatin (Crestor). Sedangkan kelompok fibrat meliputi Gemfibrozil (Hypofil, Lifibron, Renabrazin, Scantipid) dan Fenofibrat (Lypanthil, Zumafib).
Selain dislipidemia, akibat lain dari sindrom metabolik adalah hipertensi dan diabetes. Namun hal akan dibahas lain kali ya.......

Comments :

0 komentar to “Kolesterol...oh..kolesterol”

Poskan Komentar