Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Antara hiperandrogen, jerawat dan kontrasepsi oral


Androgen memang hormon pria. Artinya hormon ini banyak terdapat pada pria dan menyebabkan ciri-ciri kelamin sekunder pria muncul, seperti pola rambut, kumis dan janggut. Pada wanita, apakah ada hormon ini? Jelas ada, namun jumlahnya tidak sebanyak pria tentunya. Pada wanita, androgen diproduksi oleh ovarium dan adrenal dalam jumlah kecil. Hiperandrogen adalah kelebihan hormon androgen. Hal ini dtemui sekitar 10-20% pada wanita di usia reproduktif.
Hiperandrogen pada wanita terjadi akibat meningkatnya produksi testoteron dari ovarium maupun adrenal. Selain itu, kadar androgen bebas dalam darah juga dapat meningkat akibat androgen tidak terikat pada proteinnya. Enzim tertentu juga dapat merangsang penigkatan testoteron yang pada akhirnya juga meningkatkan androgen. Selain itu, sensitivitas yang meningkat juga menimbulkan gejala yang sama dengan hiperandrogen.
Tingginya androgen pada wanita dapat dilihat dari gejala timbulnya jerawat, pola rambut seperti pria dan ketombe. Pada jerawat, androgen menyebabkan produksi lemak kulit meningkat. Produksi lemak ini akan memicu timbulnya peradangan di kulit atau jerawat (akne). Ada empat fase timbulnya jerawat ini, yaitu hiperkeratinisasi folikular, diikuti peningkatan produksi sebum (lemak kulit), terjadinya inflamasi (peradangan) dan kolonisasi bakteri Propionibacterium acne.
Pada wanita, hiperandrogen banyak dikaitkan dengan PCOS (Poly-cystic-ovarium-syndrome) yang ditandai dengan gangguan siklus menstruasi, amenore dan anovulasi. Insiden PCOS juga berhubungan dengan obesitas, abnormalitas metabolisme tubuh seperti retensi insulin yang meningkatkan resiko diabetes mellitus, profil lemak yang tidak normal dan meningkatnya resiko kardiovaskular.
Hormon wanita, seperti estradiol dapat mengatasi hiperandrogen. Kombinasi ethynil estradiol dan cyproteron acetat (Diane 35, Climen/Climen 28), dapat menghilangkan efek hiperandrogen, terutama masalah pada kulit seperti jerawat dan kulit berminyak. Hirsutisme (pola rambut pria) dan alopecia (kebotakan akibat androgen) juga dapat dihilangkan.
Cyproteron acetat memiliki efek anti androgen, secara kompetitif akan mengikat reseptor androgen sehingga pengaruhnya pada organ target dapat dikurangi. Efek ini akan diperkuat aktivitas anti gonadotropik dari kombinasinya dengan ethynil estradiol.
Kombinasi ethynil estradiol dan cyproteron acetat juga berfungsi sebagai kontrasepsi. Mekanisme kerja kombinasi ethynil estradiol dan cyproteron acetat pada kontrasepsi dengan cara menghambat estrogen dan produksi progesteron oleh ovarium sehingga pertumbuhan dan pelepasan folikel dihambat. Jadi ovulasi juga tak terjadi. Nah sekarang tunggu apalagi, bila anda ingin berkontrasepsi sekaligus merawat kecantikan?

Comments :

0 komentar to “Antara hiperandrogen, jerawat dan kontrasepsi oral”

Poskan Komentar