
Bila sikecil dalam keadaan sehat, wah senangnya hati ini. Senyum dan gelak tawa sikecil menjadi penghias rumah. Suasana pun menjadi ceria. Namun hal ini akan menjadi sangat berbeda bila sikecil yang kita sayangi itu jatuh sakit. Rasanya tak tega. Sikecil yang biasanya lincah berlari-lari dan bermain, sekarang hanya tergolek lemah ditempat tidur. Belum lagi jika menangis, rasanya hati ini seperti teriris mendengarnya.
Kata pakar kesehatan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Rasanya memang begitu, terutama untuk menjaga kesehatan sikecil. Tindakan yang populer adalah vaksinasi. Namun apasih vaksin itu? Vaksin adalah suatu suspensi virus atau bakteri yang lemah atau mati yang digunakan untuk menimbulkan imunitas. Berarti juga vaksin adalah obat yang digunakan untuk menimbulkan imunitas aktif.
Pada umumnya, vaksin diberikan dari bayi hingga anak mencapai usia sekolah. Sebenarnya tidaklah demikian. Ada beberapa jenis vaksin yang dapat digunakan hingga dewasa. Vaksin yang tersedia, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Vaksin BCG
Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) adalah vaksin untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Jika seseorang terkena infeksi tuberkulosis, maka waktu yang diperlukan untuk pengobatan cukup lama, paling cepat selama 3 bulan. Tentu sangat tak nyaman, apalagi bagi anak kecil, jika harus menjalani pengobatan ini. Karena itu vaksin BCG diberikan ketika lahir dan diulang pada usia 7 tahun.
2. Vaksin DPT
Vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Sebutan lain untuk vaksin ini adalah vaksin DT. Diberikan saat bayi berumur 2, 3 dan 5 bulan, kemudian dilakukan vaksinasi ulang pada usia 18 bulan. Perlindungan yang diberikan terhadapa difteri dan tetanus sangat tinggi, dan mengurangi secara nyata kasus pertusis.
3. Vaksin Polio
Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa kelumpuhan. Penyakit ini tidak mengenal usia, namun 50% kasus terjadi pada anak usia 3-5 tahun. Masa inkubasi virus berkisar 3-35 hari.
Terdapat beberapa jenis polio yang memerlukan vaksinasi, yaitu polio non paralisis, polio paralisis spinal dan polio bulbar. Polio non paralisis menyebabkan demam, muntah, sakit perut, kram otot leher dan punggung. Polio paralisis spinal menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel saraf dan disaraf pusat menghancurkan neuron motorik. Sedang polio bulbar menyerang batang otak dan neurun motor. Mengingat resiko penykit ini adalah kelumpuhan dan cacat seumur hidup, maka pemberian vaksin ini perlu mendapat prioritas tinggi.
Vaksin polio ada 2 jenis, yaitu salk dan sabin. Yang paling sering digunakan adalah jenis sabin yang diberikan per oral (melalui mulut).\
4. Vaksin Hepatitis
Kanker hati merupakan penyakit yang prevalensinya cukup tinggi. Umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi virus Hepatitis B atau Hepatitis C. Oleh sebab itu diduga ada hunbungan antara infeksi hepatitis dan kanker hati. Vaksin ini diberikan pada bayi baru lahir dan lanjutannya diberikan pada umur 2,4 dan 12 bulan.
5. Vaksin Hib
Infeksi kuman Haemophyllus influenzae tipe b, atau lebih dikenal sebagai Hib, adalah infeksi yang cukup berbahaya dan tidak memiliki gejala spesifik. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan meningitis (radang selaput otak), pneumonia (radang paru) dan epiglotitis (radang tulang rawan tenggorokan).
Berbagai laporan kesehatan menunjukkan di negara-negara Asia, infeksi Hib menjadi penyebab terbanyak penyakit meningitis. Di Indonesia, 33% meningitis disebabkan infeksi Hib yang ditularkan melalui udara dan kontak langsung dengan penderita.
Vaksinasi Hib diberikan pada bayi usia 2-6 bulan sebanyak 3 dosis dengan interval 1 bulan. Bayi 7-12 bulan diberikan 2 dosis dengan interval 1 bulan. Anak usia 1-5 tahun cukup diberikan 1 dosis dengan ulangan 15 bulan. Mengingat Hib lebih sering menginfeksi bayi, maka vaksin Hib diberikan pada bayi usia 2 bulan menjadi prioritas.
6. Vaksin MMR
MMR (Measles, Mumps and Rubella) atau campak, gondok dan rubela, merupakan penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Campak disebabkan infeksi virus, menyebabkan demam, keluarnya cairan ingus, batuk, mata sakit. Komplikasi dapat timbul seperti radang paru-paru. Penyakit gondok menyebabkan demam, sakit kepala, radang kelenjar ludah dan kadang menyebabkan infeksi selaput otak. Sedangkan rubela merupakan penyakit pada anak-anak, namun juga dapat menyerang orang dewasa. Gejala yang timbul berupa pembengkakan kelenjar, sakit sendi di muka dan leher. Rubela paling berbahaya jika menyerang wanita pada 20 minggu pertama kehamilannya, karena dapat menimbulkan cacat pada janin berupa ketulian kebutaan, kerusakan jantung dan kecacatan intelektual.
Penularan penyakit ini cukup mudah dan cepat. Vaksinasi merupakan cara efektif untuk menghindari penyakit ini. Vaksin akanmelindungi anak terhadap ketiga penyakit tersebut dan diberikan pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Pada wanita hamil, pemberian vaksin secara dini sebelum kehamilan sangat penting untuk mencegah penularan pada janin.
7. Vaksin Influenza dan Pneumonia
Influenza atau flu merupakan penyakit yang banyak menyerang, baik pada anak-anak maupun dewasa. Disebabkan oleh virus influenza, mudah menular dan cepat menyebar. Komplikasi dan kematian dapat terjadi pada infeksi oleh virus ini, namun umumnya terjadi pada orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes mellitus, kardiovaskuler, paru-paru dan usia lanjut.
Data menunjukan bahwa kombinasi penyakit influenza dan pneumonia merupakan penyebab nomor 6 kematian di AS. Data juga menunjukan bahwa 90% kematian akibat pneumonia terjadi pada usia lanjut. Upaya pencegahan penyakit ini pada usia dewasa dan lanjut paling efektif melalui vaksinasi. Perlindungan uyang diberikanpun cukup maksimal. Jadi tak ada salahnya para orang dewasa dan usia lanjut menjalani vaksinasi.
Disamping vaksin-vaksin tersebut di atas, vaksin terus dikembangkan untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai infeksi. Dengan tersedianya berbagai macam vaksin yang terjangkau, diharapkan masayarakat juga akan semakin sehat. Semoga.
More Evidence Omega-3 Rich Diet May Protect Aging Brain
5 jam yang lalu
Comments :
Poskan Komentar